Hubungan antara Frekuensi Update Status di Instagram dengan Kebutuhan Validasi Diri pada Remaja Usia 10-24 Tahun yang Belum Menikah

Authors

  • Hanna Az-zahra Universitas Islam Syekh-Yusuf Author
  • Hanafi Nur Mustofa Universitas Islam Syekh-Yusuf Author
  • Dhea Mardiana Universitas Islam Syekh-Yusuf Author
  • Siti Ajillah Safitri Universitas Islam Syekh-Yusuf Author

DOI:

https://doi.org/10.65340/hsma1x94

Keywords:

Instagram, Frekuensi Update Status, Validasi Diri, Remaja

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara frekuensi pembaruan (update) status di media sosial Instagram dengan kebutuhan validasi diri pada remaja usia 10–24 tahun yang belum menikah. Fenomena ini dilatarbelakangi oleh peran media sosial yang kini menjadi ruang utama bagi remaja untuk membangun identitas diri dan mendapatkan pengakuan sosial. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan pendekatan korelasional dan paradigma positivisme. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert terhadap 100 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data berlandaskan pada Teori Uses and Gratifications dan Teori Validasi Diri (Self-Validation Theory). Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang sangat kuat dan signifikan secara positif antara frekuensi pembaruan status di Instagram dengan kebutuhan validasi diri, dengan nilai koefisien korelasi Pearson sebesar 0,813. Analisis regresi menunjukkan bahwa frekuensi pembaruan status berkontribusi sebesar 66,1% terhadap kebutuhan validasi diri, sementara sisanya dipengaruhi faktor lain. Data empiris mengungkap bahwa mayoritas responden menggunakan Instagram untuk mengekspresikan suasana hati (47%) dan merasa senang saat unggahannya mendapat banyak likes atau komentar positif (43%). Kesimpulannya, semakin sering remaja mengunggah status di Instagram, semakin tinggi pula kebutuhan mereka akan validasi dan konfirmasi eksternal dari lingkungan digitalnya. Penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi bagi remaja dan pendidik agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial di tengah arus digitalisasi.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abdurahman, A. I. (2026). Teori komunikasi fondasi, analisis, dan realitas sosial (1st ed.). PT MAFY MEDIA LITERASI INDONESIA.

Aprilia, R., Sriati, A., & Hendrawati, S. (2018). Tingkat Kecanduan Media Sosial pada Remaja. 3(1), 41–53.

Fiyona. (2023). HUBUNGAN INTENSITAS PENGGUNAAN INSTAGRAM DENGAN SOCIAL COMPARISON PADA DEWASA AWAL.

Hamzah, I. F., & Publik, K. (2019). Aplikasi Self-Determinantion Theory pada Kebijakan Publik Era. 1(September), 66–73.

Izzani, T. A., Octaria, S., Studi, P., Konseling, B., Tarbiyah, F., & Ilmu, D. (2024). Perkembangan Masa Remaja. JISPENDIORA: Jurnal Ilmu Sosial, Pendidikan Dan Humaniora, 3(2), 259–273.

Noviantie, A. (2023). Dampak Media Sosial Terhadap Perilaku Remaja: Analisis dan Implikasi.

Downloads

Published

2026-08-09

How to Cite

Hubungan antara Frekuensi Update Status di Instagram dengan Kebutuhan Validasi Diri pada Remaja Usia 10-24 Tahun yang Belum Menikah. (2026). Komunikultur : Jurnal Komunikasi, Media Dan Budaya, 2(2), 1-14. https://doi.org/10.65340/hsma1x94